Mempersendakan seseorang muslim kerana Islamnya adalah perbuatan kufur, kerana pada hakikatnya perbuatan ini adalah mempersendakan Islam itu sendiri dan mempersendakan Islam bererti mencela Allah yang telah mensyariatkan Islam.


Allah telah menerangkan inilah sifat dan amalan orang-orang kafir terhadap orang-orang mukmin.

Firman Allah, maksudnya:

""Sesungguhnya orang-orang yang berdusta adalah mereka yang dahulunya mentertawakan orang-orang yang beriman, dan apabila orang-orang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip mata mereka dan apabila orang-orang yang berdusta itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan; "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang yang sesat, padahal orang-orang yang berdusta itu tidak dikirim sebagai penjaga bagi orang-orang mukmin."(Al-Mutaffifin:29-33)


Berdasarkan kepada ayat ini sesiapa sahaja dikalangan manusia yang mempersendakan seseorang muslim kerana kuatnya ia berpegang dengan amalan Islam serta berjuang untuk menegakkan seluruh sistemnya, maka ini adalah kafir yang nyata. Ini adalah kerana ia tidak lagi mempersendakan muslim itu sebagai seorang individu(1), tetapi sebenarnya ia mempersendakan Islam yang didukungi oleh individu tadi. Mempersendakan Islam atau mana-mana dari sudut ajaran


Penerangan:

(1) Perbuatan mempersenda seorang muslim kerana sifat-sifat semulajadinya, akhlaknya atau tindak tanduknya, kesemua itu adalah perbuatan maksiat dan bukan kufur. Rujuk Firman Allah (Al-Hujurat:11).

Sumber: Buku bertajuk "KONSEP-KONSEP UMUM ISLAM" mukasurat 73-75.

Galeri Memori Sabtu 18 Syawal 1429

DU'A BANGUN TIDUR:
"Segala Puji Bagi Allah Yang Masih Menghidupkan Aku, Selepas Dimatikan (mati kecil=tidur)."


PAGI: Bersolat Subuh berjemaah di Masjid An-Nur UTP
PAGI: Tazkirah Subuh oleh Al-Fadhil Ustaz Muhd Hakim Mohd Nor selaku Presiden Badan Rakan Masjid di Masjid An-Nur UTP
PAGI: Bacaan Ma'athurat berjemaah di Masjid An-Nur UTP
TGH HARI : Menduduki Test 1, Course Malaysian Studies, 10.10am-11.10am, Pocket D4.
PETANG: Outdoor Activities (Rehlah) bersama Mentees Smart Group 17, Batch Minggu Aluan Siswa (MAS) Januari 2008.


PETANG: Outdoor activities (Rehlah)


PETANG: Outdoor Activities (Rehlah)

MALAM: Malam Apresiasi (Penghargaan) & Majlis Wida' (Perpisahan: Intern & Grad) & Majlis Jamuan 'Aidilfitri Rakan Masjid & Smart Group Gabungan.

Nasyid JUNDULLAH: Taqorrub ilallaah: antaranya: Rafiqul 'Ala

Rafiqul 'Ala mempunyai lirik yang puitis seorang hamba yang bermunajat kepada Allah. Dibawah ni dikemukakan lirik lagu.

Tuhan terimalah
Ibadahku yang tidak sempurna
Ia serba kekurangan
Banyak cacat celanya

Tapi apakan daya

Ini yang kumampu

Mempersembahkannya kepadaMu

Telah kucuba sepenuh hati

Tapi masih tidak mampu sempurna

Aku harap dengan Rahmat Mu

Terimalah jua ibadahku

Aku tetap tidak jemu

Kuteruskan walau tidak meningkat

Aku tetap istiqomah

Kasihanilah aku wahai Tuhan

HambaMu yang lemah ini

PengampunanMu yang kuharapkan

Siapa lagi yang akan membelaku

Kalau engkau tidak membelanya

Aku kan hamba Mu jua

Aku ciptaanMu jua

Kalau Engkau selamatkan

Engkau tidak akan rugi

KebesaranMu akan tetap sempurna

Ampunilah aku wahai Tuhan

Segala dosa-dosaku

Karakter ini merupakan pilar pertama
terbentuknya masyarakat islam maupun
tertegaknya sistem islam dimuka bumi
serta menjadi tiang penyangga peradaban
dunia.
Kesepuluh karakter itu adalah :

1. Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya
dari sesuatu hal yang mendekatkan dan
menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.
2. Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya
menurut AlQur'an dan Assunnah serta
terjauh dari segala Bid'ah yang dapat
menyesatkannya.
3. Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya
sehingga dapat menunjukkan sebuah
kepribadian yang menawan dan dapat
meyakinkan kepada semua orang bahwa
Islam adalah rahmat bagi seluruh alam
(Rahmatan Lil Alamin).
4. Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya
sehingga dapat mengatur segala
kepentingan bagi jasmaninya yang
merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.
5. Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan
berfikirnya sehingga dia mampu menangkap
berbagai informasi serta perkembangan
yang terjadi disekitarnya.
6. Qodirun 'alal Kasbi, Mampu
berusaha sehingga menjadikannya seorang
yang berjiwa mandiri dan tidak mau
bergantung kepada orang lain dalam
memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
7. Mujahidun linafsihi, Bersungguh
sungguh dalam jiwanya sehingga
menjadikannya seseorang yang dapat
memaksimalkan setiap kesempatan ataupun
kejadian sehingga berdampak baik pada
dirinya ataupun orang lain.
8. Haritsun 'ala waqtihi, Efisien
dalam memanfaatkan waktunya sehingga
menjadikannya sebagai seorang yang
pantang menyiakan waktu untuk melakukan
kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu
yang kita gunakan selama hidup ini akan
dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.
9. Munazhom Fii Su'unihi, Tertata
dalam urusannya sehingga menjadikan
kehidupannya teratur dalam segala hal
yang menjadi tanggung jawab dan
amanahnya. Dapat menyelesaikan semua
masalahnya dengan baik dengan cara yang
baik.
10. Naafi'un Li Ghairihi, Bermanfaat
bagi orang lain, sehingga menjadikannya
seseorang yang bermanfaat dan
dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi
sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan
Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan
pada orang lain.

Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter
yang dikemukakan diatas menjadikan kita
termotivasi untuk dapat
merealisasikannya dalam diri kita.Amin

Imam Al-Banna berkata tentang tsabat:

“Hendaknya seorang akh. Menjadi orang yang aktif dan selalu berjuang di jalan menuju Nya; sekalipun masa yang ditempuh masih panjang hingga bertahun-tahun dan berabad-abad lamanya; sehingga dirinya berjumpa dengan Allah dalam kondisi demikian sedangkan ia mendapatkan keberuntungan pada salah satu dari dua kebaikan; mencapai tujuan yang diinginkan atau mendapat syahadah hingga akhir.

Allah berfirman: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)”. (Al-Ahzab:23)

Menurut kita, waktu ini akan sentiasa berjalan, walaupn jalan sangat panjang, kejayaan masih jauh dan banyak rintangan menghadang, namun intinya adalah bagaimana kita dapat menuju satu tujuan disertai dengan ganjaran yang besar dan pahala yang berlipat ganda dari ALLAH, maka tidak ada kata henti dari PERJUANGAN ayuh terus kita merobohkan benmteng kezaliman”.