Showing posts with label Akhlak. Show all posts
Showing posts with label Akhlak. Show all posts

Akhlak & Tugas Penuntut Ilmu

Adapun akhlak yang baik kepada makhluk, maka tentang hal ini telah diterangkan oleh sebagian ulama. Diterangkan dari Hasan Al Bashri bahwa akhlak yang baik adalah : Tidak mengganggu (menyakiti), bersikap dermawan, dan bersikap ramah.
Tiga perkara :
1. Tidak mengganggu (menyakiti)

Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda :

وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ

” Demi Allah dia tidak beriman, demi Allah dia tidak beriman, demi Allah dia tidak beriman ! ” Ditanyakan :” Siapa dia itu wahai rasulullah ?” Beliau menjawab :” Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.”[2]
Di dalam riwayat Muslim :

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

” Tidak akan masuk surga  orang yang tetangganya tidak merasa aman dari bawaiqnya.”
Bawaiq artinya kejahatannya.
(Bersambung)


2. Bersikap dermawan.
Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda :

اِتَّقِ الله حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

” Bertaqwalah kamu kepada Allah di manapun kamu berada, dan ikutilah kejelekkan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik.”





Allah s.w.t. berfirman tentang ahli surga :

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

” Orang-orang yang berinfaq baik dalam keadaan senang ataupun susah, orang-orang yang mampu menahan marah, dan orang-orang yang suka memaafkan manusia. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Ali Imran : 134).

Dan firman Allah :

وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

” Dan apabila kamu memaafkan maka itu lebih dekat kepada taqwa.” (Al Baqarah : 237).
Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا

” Dan hendaklah memaafkan dan berlapang dada.” (An Nur : 22).




3. Bersikap ramah
Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Salam  bersabda :
Janganlah kalian menganggap rendah kepada kebaikan sedikitpun sekalipun dengan memasang wajah yang berseri-seri kepada saudaramu.”


Diterjemahkan dari Kitab Al-Ilmu Karya Syaikh Al-Utsaimin Rohimahulloh
http://ustadz.abuhaidar.web.id/2009/07/01/akhlak-yang-baik-dan-pentingnya-hal-itu-bagi-para-penuntut-ilmu-4/

TUGAS PENUNTUT ILMU

Secara Umum, dapat digariskan empat tugas seorang penuntut ilmu:

1) Membetulkan niat
Perkara pertama yang perlu diambil perhatian oleh penuntut ilmu, ialah mempunyai keikhlasan niat demi untuk mencapai keredhaan Allah. Bukan untuk berbangga apabila digelarkan sebagai orang allim, atau tujuan mengumpulkan harta, pangkat atau yang seumpamanya.

Sabda Rasulullah SAW
Sesiapa yang mempelajari ilmu kerana Allah, tidak mempelajari ilmu kerana inginkan harta dunia, tidak akan dia temui kecuali Syurga pada hari akhirat kelak.. (Riwayat Abu Daud)

Cuma perlu di ingat bahawa, jika harta, pangkat dan yang seumpamanya datang kepada seorang alim, maka tidaklah menjadi kesalahan untuk menerima dan memanafaatkannya.

2)Berterusan dalam menuntut ilmu
Ilmu adalah lautan yang tidak mempunyai pantai dan tepian. Maka usaha menuntut dan menambahkan ilmu hendaklah berlaku secara berterusan, tidak didalangi oleh peringkat-peringkat ijazah tertentu.

Firman Allah SWT.
"Katakanlah (wahai muhammad) tambahkan aku ilmu" (Surah Toha ayat 114)

3) Sabar
Penuntut ilmu hendaklah sentiasa sabar dalam menempuh dugaan dan cabaran yang merintangi perjalanannya di dalam menuntut ilmu sama ada yang bersiafat fizikal mahupun spritual.
Tidak perlulah diceritakan di sini sejarah para sahabat dan ulama yang menempuh segala cabaran demi untuk menuntut ilmu.

4) Memuliakan Guru
Sabda Rasulullah SAW
Bukan dari umatku orang yang tidak memuliakan orang tua dan mengasihi anak-anak muda kami dan tidak mempelajari daripada orang-orang alim- (Riwayat Abu Daud)

Saya tidak bertujuan untuk menghuraikan hak seorang alim/guru yang perlu ditunaikan oleh muridnya di dalam artikel ini cuma dicadangkan agar kita mengambil sedikit dari masa kita untuk melihat kembali perkara ini, semoga segala ilmu yang kita tuntut mendapat keredhaan Allah SWT

AKHLAK PENUNTUT ILMU

1) Merasakan Tanggungjawab ilmu

Diriwayatkan Daripada Muaz bin Jabal die berkata Rasulullah SAW bersabda. Tidak akan mara seseorang hamba di hari Akhirat melainkan telah ditanya mengenai 4 perkara: Berkenaan Umurnya ke mana yang telah dia habiskan. Berkenaan dengan Waktu mudanya apa yang telah dia lakukan. Berkenaan dengan hartanya dari mana diperolehinya dan ke mana dia belanjakan. Dan berkenaan dengan ilmu apa yang telah perbuat dengannya.-Riwayat oleh Attabarani dengan isnad yang sohih-


2) Menjaga amanah ilmiah

Sabda Rasulullah SAW :

Berilah nasihat pada ilmu, Sesungguhnya khianat seseorang daripada kamu terhadap ilmu adalah lebih dahsyat daripada khianatnya terhadap hartanya, Dan sesungguhnya Allah akan bertanya kepada kamu pada hari kiamat – (Riwayat Attabarani)

Antara yang termasuk dalam daerah amanah ilmu adalah beberapa perkara berikut.
i. Menasabkan atau menyandarkan pendapat dan fikrah (buah fikiran) kepada Tuannya.

ii. Menyampaikan ilmu yang diketahui, dan tidak malu untuk mengatakan"tidak tahu" jika dia tidak mengetahuinya.

3)Tawadduk

Para Ilmuan yang menyedari bahawa ilmu adalah lautan yang tidak bertepi tidak akan merasa sombong dan bangga dengan apa yang ada pada mereka. Bahkan selagi bertambah ilmu di dada, semakin bertambah sifat tawadduk.

Firman Allah SWT: "Tidak diberi kepada kamu ilmu kecuali sedikit sahaja" (Surah al-Isra' ayat)

4)Mulia diri (Al-Izzah)

Para ilmuan hendaklah merasa mulia diri tidak merendahkan diri apabila berhadapan dengan pemerintah, golongan bangsawan, golongan kaya-raya dan yang seumpamanya,

Firman Allah SWT: "kekuatan itu hanyalah kepada Allah, bagi RasulNya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui" (Surah al-Munafikun ayat 8)

"Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allahlah kemuliaan itu semuanya" (Surah Fathiir ayat 10)

5)Beramal dengan apa yang dipelajari

Firman Allah taala ; "Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu sendiri melupakan diri (kewajiban)mu sendiri padahal kamu mambaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berfikir?" (Surah al-Baqarah ayat 44 )

6) Sentiasa berusaha untuk menyampaikan ilmu

Firman Allah taala: "Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (iaitu):"Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya", lalu mereka melemparkan janji itu )ke belakang punggung mereka dan mereka menukarkannya dengan harga yang sedikit, Amatlah buruk tukaran yang mereka terima" (surah Ali Imran ayat 187)

Oleh: Azmi Hashim
Suara Persatuan Ulamak Online
http://azfarmkh.blogspot.com/2009/07/tugas-akhlak-penuntut-ilmu.html

Buatlah yang Terbaik


Buatlah yang terbaik kerana sesungguhnya faedah amalan perbuatan kita akan kembali kepada diri kita.

Jika kita buat sesuatu amalan dengan tidak baik kerana kita mengangap ia bukan untuk kita...
maka kita silap... kerana kitalah yang akan mendapat ia semula..

Jadi ia umpama sebuah rumah yang kita bina... binalah rumah (amal perbuatan) yang terbaik dan berkualiti kerana sesungguhnya itu semua untuk kita tuai suatu hari nanti...


Buatlah yang terbaik agar kita senyum dikemudian hari... :)

Video Bisikan Syaitan Agar Mengingkari Ibu



Dalam Kitab ash-Shahîh, no.1249 dengan lafazh, 




SEBUAH PERBUATAN AKAN BERCAHAYA BILA BERBAHAN BAKAR KEIKHLASAN

Gambar: Muhammad Firdaus Zulkifli, Ex-SBPI Sabak Bernam SPM 2005, kini di UTP, seorang yang ikhlash insya-Allah..


Bismillah..


SEORANG kawan senang betul shalat sunnah kalau ia berada di kota lain.

Memang, Rasulullah saw mengatakan bahwa jika kita bepergian jauh,
begitu sampai di tempat tujuan segera menegakkan sholat sunnah dua
rakaat. Itu merupakan tanda syukur kita sudah sampai dengan selamat.

Suatu hari ada seorang teman pergi ke satu tempat. Sebagaimana biasa,
ia mencari masjid atau mushala. Layaknya orang yang mau sholat, kawan
ini mencari toilet dan tempat wudhu. Tapi, langkah dia tiba-tiba
terhenti saat melihat seseorang yang sepertinya dikenali. Sebut saja
bernama Fulan, kawan SMP yang sangat pintar. Untuk sementara dia
tertegun. "Tidak salahkah penglihatanku? " tanyanya pada diri sendiri.
Fulan yang tengah membersihkan toilet dan tempat wudhu itu diamati
beberapa saat. Pria itu berbaju khas merbot masjid; kaosan, celana
buntung, dengan peci haji yang didongakkan ke belakang kepala. Fulan
tengah mengepel.

"Assalamualaikum. ..," sapa dia dengan hati-hati, khawatir salah
mengenali seseorang. Ternyata penglihatannya tidak salah. Yang di
depan mata benar-benar Fulan, kawan dia. Fulan juga mengenali diri
dia, dan menanyakan urusan datang ke kota ini.Masih di koridor tempat
wudhu masjid tersebut, kawan ini melanjutkan pertanyaan, "Kenapa Fulan
hanya jadi merbot masjid? Dan, kenapa mau?" Yang ditanya tersenyum.
"Memangnya ada yang salah dengan kerjaan ini? kan,bagus. Dengan saya
menjadi merbot, masjid ini jadi bersih. Kalau bersih, kan yang sholat
jadi senang. Betah. Akhirnya saya pun dapat pahalanya," ujarFulan."
Tapi, penghasilannya kan tidak sepadan. Lagian Fulan kan dulu pintar.
Cerdas. Sangat cerdas malah. Selalu ranking, kok kayaknya gimana,
gitu....?

Fulan kembali tersenyum, dengan tangan kiri tetap mengelap sisi
pinggir tempat wudhu."Gimana kalau Fulan ikutan sama saya?"
"Maksudnya?"

"Ya, kerja sama saya. Fulan bisa saya gaji lebih besar dari
penghasilan sebagai merbot ini. Ngomong-ngomong jadi merbot digaji
nggak?"

"Nggak." "Wuah, apalagi nggak. Sudah kerja sama saya saja. Pendidikan
terakhir?" "Sarjana elektro," katanya. "Waduh, tambah nggak pantaslah.
Masak sarjana elektro jadi merbot. Yang beginian mah, maaf, nggak
perlu tamatan elektro. Cukup tamat SD saja. Maaf ya, Mas. Cuma
rasanya, gimana gitu saya melihatnya.. .." "Ya, sudah," jawab Fulan,
"Shalat saja dulu, Mas. Nanti kita ngobrol lagi. Sambil ngopi, biar
saya buatkan sekalian."

Kawan ini pun mengambil air wudhu, sambil tetap mikirin Fulan. Kala
dia mau mengambil posisi shalat, seorang anak muda yang tampaknya juga
merbot masjid bertanya, "Pak Haji, Bapak kenal Pak Haji Fulan, ya?"
"Iya. Dia kawan saya waktu di SMP, dulu...." "Pak Haji, Pak Haji Fulan
itu yang bangun ini masjid. Dia orang kaya di sini...." kata anak muda
tersebut dengan datar. "Orangnya baik, Pak. Rendah hati. Sederhana.
Padahal amalnya buanyak...." Tidak berhenti di sini, si anak muda itu
pun bercerita bahwa Haji Fulan adalah pengusaha alat-alat listrik dan
toko bangunan yang maju. Dia pengusaha daerah yang sangat cinta
masjid. Dia mengaku dapat semua keberkahan ini karena sangat menjaga
shalat berjamaah dan mencintai masjid. Makanya, kala sukses, dia
membangun masjid kecil ini. Begitulah cita-cita dia. Bahkan dia
berangan-angan untuk berkhidmat pada hamba-hamba Allah yang shalat di
masjidnya. Pelanggan-pelanggan nya pun tahu kalau mau mencari Haji
Fulan, temui saja di masjid dia.

Masya Allah. Hati kawan ini tiba-tiba saja merasa malu. Ia telah
merendahkan "jabatan" merbot masjid. Apalagi, ternyata Fulan inilah
yang berada di balik pembangunan masjid tersebut. Dia berpikir, andai
"merbot" tersebut adalah diri dia, dan orang menyangkanya sebagai
pembersih masjid, pasti bakal diluruskan, "Maaf, saya lho yang
membangun masjid ini. Saya mah kebetulan saja senang membersihkan
masjid." Masya Allah, Fulan adalah sosok lain. Dia justru
menyembunyikan amalnya.Ikhlas nian. Kawan ini beristigfar. Tanpa perlu
gembar-gembor, Allah sudah membanggakan hamba-hamba- Nya yang ikhlas.
Allah yang bangga terhadapnya, dan membuat anak muda tadi berbicara
tentang siapa sebenarnya Fulan. Keikhlasannya membuat Fulan bercahaya.
Bahkan makin bercahaya.". ..

"...Dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya.. ."
(QS Al A'raf [7]:29)



Kiriman dari seorang anggota eDakwah: Jeffry Husman

Restate: Masalah Ummat Islam Di Kampus UTP

"Ummati... ummati... ummati...!"

Kenyataan Kembali : Beberapa Masalah Ummat Islam Di Kampus UTP


1- (Kebanyakan masyarakat kampus UTP) Tidak 'amal cara berhubungan (lelaki & wanita) sebelum kahwin menurut cara Islam.

2- Golongan bukan Islam tidak(atau mungkin kurang) disampaikan risalah Islam seperti Nabi Muhammad berbuat.

3- Wanita-wanita Islam tidak menutup aurat (mungkin kerana kurang mendapat penerangan kepentingan menutup aurat).

--
sedikit tambahan,

daripada 'Ulama'2,
4 Punca Ummat Islam meningalkan Islam:

1-Jahil
2-Harta
3-'Ulama' Jahat
4-Pemimpin Zalim

--
"Wahai diri usahalah untuk masalah diatas diusahakan agar diatasi."
Wallahu-ta'ala-'alam.

GPA & CGPA do really matters..'supposedly'

Bismillah..

GPA & CGPA 'supposedly', do really matters. It portray one's positive attitude, generally.

In 'certain' cases, GPA & CGPA is
not a real or an honest indicator, that is when, some students
who got good GPAs & CGPA by doing
smart assignment and/or project copying, smart test and/or exams cheating..

Prof Emeritus Khoo Kay Kim said, our Malaysian Education style is wrong and is the one should be blamed for failing to produce a good and competetive student troughout the world..

A good student, as been defined by Prof Emeritus Khoo Kay Kim is a student who
CAN OVERCOME WESTERN INTELECTUALS 'PRODUCTS' e.g.(findings, researches, etc).

Wallahu-ta'ala-'alam

Surat AHMADINEJAD kepada OBAMA

Mengutus Surat: Salah Satu Sunnah, Cara, Method Rasulullah Menyampaikan Risalah Islam Kepada Pemerintah, Penguasa Sesebuah Negara Yang Belum Berada Dibawah Naungan Pemerintahan/Perundangan Islam Rahmat Untuk Seluruh 'Alam.


VERSI BAHASA MELAYU

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani

("Sebagaimana yang Tuan tahu, peluang yang diberikan oleh Allah swt kepada hambaNya bergerak deras. Peluang itu boleh digunakan untuk kebaikan manusia sejagat dan manfaat negara-negara lain atau, pohon dijauhkanNya, untuk kemusnahan dunia").

("Negara Iran yang merupakan negara pembina tamadun dan pencetus keadilan akan mengalu-alukan sebarang perubahan yang besar dan adil terutama dalam dasar dan pelaksanaan terhadap rantau sebelah sini").

("Sekiranya langkah-langkah ini diambil menuju ke arah yang hak, ke arah pelaksanaan apa yang diajar oleh para Rasul, adalah diharapkan Allah Yang Maha Berkuasa akan membantu kita dan segala pergeseran yang lampau akan akhirnya berjaya diatasi").

("Saya memohon agar Allah mengurniakan kepada semua negara dan bangsa kesihatan dan kebahagian, penghormatan dan kesejahteraan serta mengurniakan kepada semua pemimpin dan para pegawai mereka kemampuan untuk belajar dari peristiwa yang lepas dan agar menggunakan setiap peluang memerintah yang diberi untuk menyebarkan kasih sayang dan kebaikan, menghapuskan penindasan dan memberikan keadilan serta mengikuti garis panduan yang Mahasuci yang telah ditetapkan").

# # #

ENGLISH VERSION

“In the name of Allah, The Most Gracious, The Most Merciful”

"As you know, the chances that God gives to his subjects pass swiftly. They can be used for the perfection of humanity and to the benefit of nations or, God forbid, to the detriment of nations."

"The great civilization-building and justice-seeking nation of Iran would welcome major, fair and real changes, in policies and actions, especially in this region."

"If steps are taken in the path of righteousness, toward the goal of carrying out the teachings of the holy prophets, it is hoped that almighty God will help and that the enormous damage done in the past will be somewhat diminished."


"I ask the high God to grant all of humanity and all nations health and happiness, honor and prosperity, and to grant rulers and officials the ability to learn from the past and to use every chance to serve, to spread love and kindness, to eradicate oppression, to do justice and to follow the holy guidelines."

# # #

ALLAHU-AKBAR

Mempersendakan Muslim Kerana Islamnya Dan Memusuhinya Kerana Berpegang Teguh Kepada Islam.

Mempersendakan seseorang muslim kerana Islamnya adalah perbuatan kufur, kerana pada hakikatnya perbuatan ini adalah mempersendakan Islam itu sendiri dan mempersendakan Islam bererti mencela Allah yang telah mensyariatkan Islam.


Allah telah menerangkan inilah sifat dan amalan orang-orang kafir terhadap orang-orang mukmin.

Firman Allah, maksudnya:

""Sesungguhnya orang-orang yang berdusta adalah mereka yang dahulunya mentertawakan orang-orang yang beriman, dan apabila orang-orang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip mata mereka dan apabila orang-orang yang berdusta itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan; "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang yang sesat, padahal orang-orang yang berdusta itu tidak dikirim sebagai penjaga bagi orang-orang mukmin."(Al-Mutaffifin:29-33)


Berdasarkan kepada ayat ini sesiapa sahaja dikalangan manusia yang mempersendakan seseorang muslim kerana kuatnya ia berpegang dengan amalan Islam serta berjuang untuk menegakkan seluruh sistemnya, maka ini adalah kafir yang nyata. Ini adalah kerana ia tidak lagi mempersendakan muslim itu sebagai seorang individu(1), tetapi sebenarnya ia mempersendakan Islam yang didukungi oleh individu tadi. Mempersendakan Islam atau mana-mana dari sudut ajaran


Penerangan:

(1) Perbuatan mempersenda seorang muslim kerana sifat-sifat semulajadinya, akhlaknya atau tindak tanduknya, kesemua itu adalah perbuatan maksiat dan bukan kufur. Rujuk Firman Allah (Al-Hujurat:11).

Sumber: Buku bertajuk "KONSEP-KONSEP UMUM ISLAM" mukasurat 73-75.

Nasyid JUNDULLAH: Taqorrub ilallaah: antaranya: Rafiqul 'Ala

Rafiqul 'Ala mempunyai lirik yang puitis seorang hamba yang bermunajat kepada Allah. Dibawah ni dikemukakan lirik lagu.

Tuhan terimalah
Ibadahku yang tidak sempurna
Ia serba kekurangan
Banyak cacat celanya

Tapi apakan daya

Ini yang kumampu

Mempersembahkannya kepadaMu

Telah kucuba sepenuh hati

Tapi masih tidak mampu sempurna

Aku harap dengan Rahmat Mu

Terimalah jua ibadahku

Aku tetap tidak jemu

Kuteruskan walau tidak meningkat

Aku tetap istiqomah

Kasihanilah aku wahai Tuhan

HambaMu yang lemah ini

PengampunanMu yang kuharapkan

Siapa lagi yang akan membelaku

Kalau engkau tidak membelanya

Aku kan hamba Mu jua

Aku ciptaanMu jua

Kalau Engkau selamatkan

Engkau tidak akan rugi

KebesaranMu akan tetap sempurna

Ampunilah aku wahai Tuhan

Segala dosa-dosaku

10 Ciri Individu Muslim @ Muslim Visi & Misi @ Muslim Key Performance Indicator (KPI).

Karakter ini merupakan pilar pertama
terbentuknya masyarakat islam maupun
tertegaknya sistem islam dimuka bumi
serta menjadi tiang penyangga peradaban
dunia.
Kesepuluh karakter itu adalah :

1. Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya
dari sesuatu hal yang mendekatkan dan
menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.
2. Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya
menurut AlQur'an dan Assunnah serta
terjauh dari segala Bid'ah yang dapat
menyesatkannya.
3. Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya
sehingga dapat menunjukkan sebuah
kepribadian yang menawan dan dapat
meyakinkan kepada semua orang bahwa
Islam adalah rahmat bagi seluruh alam
(Rahmatan Lil Alamin).
4. Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya
sehingga dapat mengatur segala
kepentingan bagi jasmaninya yang
merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.
5. Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan
berfikirnya sehingga dia mampu menangkap
berbagai informasi serta perkembangan
yang terjadi disekitarnya.
6. Qodirun 'alal Kasbi, Mampu
berusaha sehingga menjadikannya seorang
yang berjiwa mandiri dan tidak mau
bergantung kepada orang lain dalam
memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
7. Mujahidun linafsihi, Bersungguh
sungguh dalam jiwanya sehingga
menjadikannya seseorang yang dapat
memaksimalkan setiap kesempatan ataupun
kejadian sehingga berdampak baik pada
dirinya ataupun orang lain.
8. Haritsun 'ala waqtihi, Efisien
dalam memanfaatkan waktunya sehingga
menjadikannya sebagai seorang yang
pantang menyiakan waktu untuk melakukan
kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu
yang kita gunakan selama hidup ini akan
dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.
9. Munazhom Fii Su'unihi, Tertata
dalam urusannya sehingga menjadikan
kehidupannya teratur dalam segala hal
yang menjadi tanggung jawab dan
amanahnya. Dapat menyelesaikan semua
masalahnya dengan baik dengan cara yang
baik.
10. Naafi'un Li Ghairihi, Bermanfaat
bagi orang lain, sehingga menjadikannya
seseorang yang bermanfaat dan
dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi
sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan
Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan
pada orang lain.

Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter
yang dikemukakan diatas menjadikan kita
termotivasi untuk dapat
merealisasikannya dalam diri kita.Amin

UTP's TALENT SEACRH ?

What is your oppinion about it?

dibawah merupakan beberapa LINK yang mempunyai isi berkenaan "Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Star Search" yang lalu, anjuran International Culture Club UTP (ICC UTP) :

1- http://eishi-gar.blogspot.com/2007/08/hotlink-youth-tour-utp.html

2- http://tiempolegend.fotopages.com/?entry=971802

3- http://izzu.blogspot.com/2006/09/utp-star-search_3996.html

4- http://s3ila.blogspot.com/2006/11/utp-star-search.html

-Text to be added-

-PLEASE LEAVE YOUR COMMENTS-

Du'a-du'a Rasulullah terCinta diketika Ramadhon Kareem:


Muqoddimah - Beberapa hal berkenaan Du’a:

1- ALLAH SWT berfirman; Dan apabila hamba-hambaKU bertanya kepadamu mengenai AKU, maka (beritahu kepada mereka); Sesungguhnya AKU (ALLAH) sentiasa hampir (kepada mereka), AKU perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKU. [Al Baqarah ayat 186]

2- Dari Abu Hurairah RA meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda; Sesungguhnya ALLAH berfirman;

Sesungguhnya Aku berada di dalam sangkaan hambaKU

(AKU akan bermuamalah dengannya sebagaimana yang dia sangkakan terhadapKU) dan

AKU bersama dengannya ketika dia berdoa kepadaKU.

[Hadis riwayat Muslim]

3- Dari Abu Hurairah RA meriwayatkan bahawa Baginda Rasulullah SAW bersabda;

Berdoalah kamu kepada ALLAH dengan penuh yakin bahawa doa kamu diterima. Ketahuilah! Bahawasanya ALLAH tidak akan menerima doa seseorang yang hatinya lalai (ketika berdoa). Mengingati yang lain selain ALLAH.

[Hadis riwayat Tirmizi]

4- Dari Ali RA meriwayatkan bahawa Baginda Rasulullah SAW bersabda; Doa adalah senjata bagi orang-orang mukmin, tiang bagi agama, dan nur bagi langit dan bumi. [Hadis riwayat Hakim]

5- Dari Abu Hurairah RA meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda; Barangsiapa mahu supaya doanya dikabulkan ketika dalam keadaan kesempitan atau kesusahan, hendaklah dia banyak berdoa ketika dalam keadaan kesenangan [Hadis Riwayat Tirmizi]

Isi - Du’a Rasul Tercinta Dalam Syahru(Bulan) RAMADHON:

1- Doa Rasulullah saw di Malam Pertama Ramadhan

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan aku denganmu wahai bulan
yang penuh berkah. Ya Allah, karuniakan pada kami kekuatan untuk
melaksanakan puasa dan melakukan qiyamul layl, kuatkan kaki kami, dan
bantulah terhadap kaum yang kafir. Ya Allah, Engkau Maha Esa maka
tiada anak bagi-Mu, Engkau Tempat berlindung maka tiada serupa bagi-
Mu, Engkau Maha Mulia maka tiada sesuatupun yang memuliakan-Mu, Engkau
Maha Kaya dan aku fakir, Engkau Maulaku dan aku adalah hamba-Mu,
Engkau Maha Pengampun dan aku adalah pedosa, Engkau Maha Pengasih dan
aku pelaku kesalahan, Engkau Khaliq dan aku makhluk, Engkau Hidup dan
aku mati. Aku mohon pada-Mu dengan rahmat-Mu agar Kau ampuni daku,
kasihi daku, dan maafkan daku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas
segala sesuatu.
(Mafâtihul Jinân: bab 2, pasal 3)

2- Salah satu doa yang Rasulullah ajarkan adalah, ”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, dari doa yang tidak didengar, dari jiwa yang tidak puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Dan, aku berlindung kepada-Mu dari golongan mereka yang empat macam itu.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Umar).

3- Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang beribadah pada malam lailatul qadar dengan penih keimanan dan harapan, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah ia lakukan." Seperti kita ketahui, bahwa ibadah pada malam ini sama nilainya dengan kita beribadah seribu bulan lamanya. Dan doa yang paling afdhol (paling utama) diucapkan pada malam itu adalah: "Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampun dan Pemurah serta sangat suka memaafkan. Maka ampunilah kesalahan-kesalahan kami, ya Allah. (Allaahumma innaka 'afuwwun kariim, tuhibbu al-'afwa fa'fu 'annaa yaa kariim).

Wallaahu-Ta’ala A‘alam.

-End of post-

Kuliah Subuh Ust Dawi, Masjid An-Nur, UTP, 3 Ramadhan 1429H.


Membahaskan berkenaan Tafsir Ayat Surah Al-Baqarah.

Antara Isinya:

Ada empat jenis Seruan "YA AYYUHAL":
1-" ... INSAN"=di tuju kepada semua manusia.
2-"YA-AYYUHALLAZI NA-AMANU"=di tuju kepada sebahagian kaum, yakni yang berIman.

Antara Kalimah Arahan "Kewajiban":
1- "KUTIBA"= kewajiban sekali sekala, cth: kewjiban berperang, hanya bila diserang.
ada 99 tempat dalam Al-Quran.(jika tidak salah)

2-"FURIDHO"=kewajiban selalu, cth: Solat farhdu.
ada 10-12 tempat dalam Al-Quran.(jika tidak salah)

Wallaahu'alam.

29 Sya'aban 1429H; GEMBIRA KEDATANGAN RAMADHAN =)

-RAMADHAN Al-Mubarak is just around the corner-


"In Ramadhan we can see all Muslims unite in performing the compulsory ibadah that is Fasting."

28 Sya'aban 1429H; Apabila Menemui Kesukaran Atau Kesulitan, Bacalah:


Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

"Ya Allah, tiadalah yang mudah melainkan yang Engkau jadikanya mudah, dan Engkaulah yang menjadikan kesukarann itu mudah bila sahaja Engkau kehendaki"

28 Sya'aban 1429H, 5 condition b4r 5 condition;

28 Sya'aban 1429H, PETUA & NASIHAT IMAM AL-GHAZALI.

Picture: Tomb of Imam Al-Ghazali.

"Tugas utama dari manusia diatas bumi ini, ialah mengadakan persiapan-persiapan untuk hari depan, di akhirat kelak"

-Imam Al-Ghazali-

'IKHTILAT'

Hukum dan Dalil

Permasalahan 'ikhtilat' kalangan lelaki dan perempuan sering menjadi topik hangat dalam perbualan harian kita. Ada yang mengatakan 'ikhtilat' dibolehkan, dan sebahagian yang lain pula mengatakan tidak boleh. Ini kerana tidak ramai di kalangan umat Islam yang betul-betul memahami apa itu 'ikhtilat' dari segi hukum dan syariat, adakah ianya dibenarkan atau tidak.

Tulisan ini akan cuba mengupas serba sedikit tentang permasalahan 'ikhtilat' dari segi takrif, hukum-hakam dan dalil-dalil yang berkaitan 'ikhtilat' serta beberapa jenis 'ikhtilat' yang dibenarkan di dalam Islam.


TAKRIF

'Ikhtilat' berasal dari kalimah arab . Dari segi bahasa, ia bermaksud percampuran unta dan manusia serta binatang ternakan.

Adapun dari segi istilah pula, ia bererti percampuran atau pergaulan wanita bersama lelaki pada suatu tempat yang pada kebiasaannya akan membawa kepada saling berjumpa, melihat, dan berinteraksi sesama mereka.

Melalui takrif tadi, timbul persoalan, adakah 'ikhtilat' ini dibolehkan oleh Islam atau tidak?

Terdapat 2 pendapat kalangan para Ulama di dalam permasalahan 'ikhtilat' antara lelaki dan wanita.
1. Pendapat pertama mengatakan ianya termasuk di dalam perkara yang dilarang .
2. Manakala pendapat kedua mengatakan ianya termasuk di dalam perkara yang diharuskan.


1) DALIL-DALIL LARANGAN IKHTILAT


Dalil Pertama

Larangan terhadap wanita yang bermusafir seorang diri dengan tanpa ditemani oleh mahramnya dan larangan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan.

Maksud dari sabda nabi:

Tidak boleh seseorang wanita itu bermusafir melainkan ia ditemani oleh mahramnya, dan tidak boleh seseorang lelaki berdua-duaan bersama perempuan kecuali perempuan tadi ditemani oleh mahramnya.

Maksud dari sabda nabi:

Tidak boleh seseorang lelaki berkhalwat (berdua-duaan) bersama seorang perempuan kecuali perempuan tadi ditemani oleh mahramnya.


Dalil Kedua

Wanita tidak diwajibkan keluar menyertai jihad.

Dari Aisyah RA katanya: "Aku telah meminta izin daripada Rasulullah untuk
berjihad, lalu Nabi menjawab: "Jihad kamu (kaum wanita) adalah menunaikan haji".




Dalil Ketiga

Wanita tidak diwajibkan menghadiri solat jamaah di masjid seperti yang telah disepakati oleh para ulama Fekah.

Ulama berselisih pendapat pada hukum penyertaan wanita di dalam solat jemaah di masjid:

1. Sebahagian ulama berpendapat bahawa makruh ke atas wanita-wanita muda untuk hadir solat berjemaah di masjid.
2. Sebahagian lagi mengatakan ianya adalah harus ke atas wanita-wanita yang sudah berumur (tua).

Namun, pendapat yang paling kuat adalah kaum wanita diharuskan menunaikan solat berjemaah di masjid dengan keizinan dari suami atau walinya dengan syarat:

· Tidak boleh memakai bau-bauan wangi.
· Tidak berlaku percampuran (ikhtilat) antara wanita dan lelaki ketika menuju ke masjid.

Bagi mengelakkan berlakunya 'ikhtilat' ketika menunaikan solat, kaum wanita diwajibkan bersembahyang di belakang kaum lelaki.

Sabda Rasulullah SAW:
Maksudnya:

Janganlah kamu menghalang wanita kamu untuk hadir ke masjid, namun
rumah-rumah mereka lebih baik untuk mereka.


Dalil Keempat

Beberapa hukum-hakam yang dikhususkan untuk kaum wanita

Islam telah mengkhususkan beberapa hukum-hakam untuk kaum wanita ketika menunaikan ibadat haji bagi mengelakkan berlakunya 'ikhtilat' antara lelaki dan wanita. Di antaranya, mereka tidak digalakkan menghampiri Ka'abah sewaktu kaum lelaki sedang melakukan tawaf supaya tidak berlakunya 'ikhtilat'. Selain itu, kaum wanita juga diberi rukhsah (keringanan) untuk melontar jamrah pada Hari Nahar (hari penyembelihan) sebelum terbit fajar bagi mengelakkan kesibukan dan 'ikhtilat' bersama lelaki.

Dalil Kelima

Larangan wanita berjalan bersama kaum lelaki di satu jalan yang boleh menyebabkan percampuran (ikhtilat).

Di sana terdapat hadis Rasulullah SAW yang menerangkan bahawa baginda telah melihat percampuran di antara lelaki dan wanita di jalanan, lantas baginda SAW menyuruh para wanita supaya berjalan di tepi jalan bagi mengelakkan berlakunya 'ikhtilat' di antara mereka.

Dalil-dalil di atas jelas menunjukkan tentang larangan 'ikhtilat' antara lelaki dan wanita, lebih-lebih lagi 'ikhtilat' yang boleh menimbulkan fitnah.

2) 'IKHTILAT' YANG DIBOLEHKAN

Di sana terdapat beberapa jenis 'ikhtilat' antara lelaki dan wanita yang dibenarkan oleh Islam, terutamanya yang jika ianya berkaitan dengan tuntutan Syara`, keperluan atau yang seumpama dengannya.

'Ikhtilat' yang berkaitan dengan muamalah

'Ikhtilat' yang berkaitan dengan muamalah yang dibenarkan oleh Syara` seperti urusan jual beli, urusan penghakiman, atau keadaan-keadaan yang memerlukan seseorang wanita itu menjadi saksi dalam sesuatu permasalahan seperti masalah berkaitan harta atau perkara yang berkaitan dengan urusan wanita walaupun pada kebiasaannya urusan-urusan tersebut akan membawa kepada 'ikhtilat'.
Firman Allah maksudnya:

Persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu. Jika tiada dua orang lelaki, maka seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi- saksi yang kamu redhai.

'Ikhtilat' yang berlaku sewaktu menjadi saksi

Seseorang wanita boleh menjadi saksi di dalam kes-kes tertentu yang walaupun berlakunya percampuran sewaktu proses penyaksian sedang berjalan. Dan ayat di atas jelas menunjukkan bahawa harus bagi kaum wanita menjadi saksi dalam sesuatu kes.

'Ikhtilat' bertujuan melayani tetamu.

Harus bagi seorang wanita melayani tetamunya dengan syarat ia mestilah ditemani oleh suami atau mahramnya. Ini kerana, kewujudan suami atau mahramnya untuk mengelakkan berlakunya 'khalwah' (bersunyi-sunyian) antara seseorang wanita dan tetamunya. Begitu juga, harus bagi seseorang wanita untuk makan bersama tetamunya dengan kehadiran suami atau mahramnya bagi menjaga hak-hak tetamu.

'Ikhtilat' sewaktu peperangan jihad fisabilillah

Para wanita di zaman Rasulullah SAW dan zaman para sahabat turut serta bersama- sama kaum lelaki pergi berjihad di medan peperangan. Mereka membantu para pejuang seperti memberi minum, merawat kecederaan serta meniupkan semangat jihad kepada para lelaki untuk terus berjuang. Begitu juga diharuskan juga 'ikhtilat' antara lelaki dan wanita dalam satu perhimpunan mendengar tazkirah serta peringatan yang berkaitan dengan agama.

'Ikhtilat' di dalam kenderaan awam

Adapun wanita terdedah kepada 'ikhtilat' sewaktu menaiki kenderaan awam untuk menyelesaikan sesuatu urusan seperti menziarahi ibu-bapa, sahabat- handai, pesakit, atau membeli keperluan harian, maka 'ikhtilat' seperti ini adalah dibenarkan di dalam syarak.

Perlu diingatkan bahawa bentuk-bentuk keizinan 'ikhtilat' yang telah disebutkan tadi tidak bermakna wanita boleh bebas bercampur gaul dengan kaum lelaki. Ini kerana hukum asal ikhtilat itu sendiri sudah jelas. Oleh para wanita wajib menjaga segala adab-adab dan hukum syara` yang berkaitan dengannya. Para wanita juga perlu ditemani suami atau mahramnya ketika menjalankan urusannya.

Hukum-hukum di atas juga merangkumi hubungan dan pergaulan seseorang wanita dengan kaum kerabat yang bukan mahram seperti sepupu, ipar duai dan seumpamanya. Ramai wanita memandang enteng perkara ini. Contohnya membuka aurat di hadapan sepupu serta tidak menjaga adab-adab wanita Islam dengan berhujah bahawa mereka adalah kaum kerabat dan hubungan kekeluargaan yang amat rapat.


KONKLUSI

Berdasarkan dalil-dalil yang dikemukakan, jelaslah kepada kita bahawa pergaulan atau 'ikhtilat' di antara lelaki dan wanita tanpa sebab-sebab munasabah yang dibenarkan adalah dilarang sama sekali dan membawa kepada dosa.

Maka sewajarnya ke atas kaum Hawa menjaga batas-batas pergaulan hariannya dengan kaum Adam. Ini kerana 'ikhtilat' yang melanggar batas-batas syariat akan menyebabkan fitnah serta kerosakan hati dan akhlak di dalam kalangan masyarakat Islam. Seterusnya ia boleh menjatuhkan martabat wanita itu sendiri.

Wallahua'lam.

sumber: http://thabatboyzs.multiply.com/journal/item/8

About & Advantages of Sunat Dhuha Prayer

Berkata Abu Murrah Ath-Tha’ifi r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. telah bersabda : Allah telah berfirman:

“Wahai anak Adam! Bersembahyanglah untuk Aku di awal pagi, niscaya Aku akan mencukupimu di akhirnya.”

(Riwayat Ahmad)

Hadis Qudsi ini menganjurkan kita mengerjakan Solat Dhuha yang mana antara faedahnya, Allah Ta’ala memberi jaminan akan melaksanakan segala keperluan-keperluan keduniaan manusia setiap hari.

Antara ibadat sunat yang dianjurkan dan menjadi amalan Rasullullah SAW sendiri ialah solat sunat Dhuha. Banyak hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaannya, antaranya dalam riwayat Abu Hurairah katanya:

“Kekasihku Rasullullah SAW telah berwasiat kepadaku tiga perkara, aku tidak meninggalkannya, iaitu ; supaya aku tidak tidur melainkan setelah mengerjakan witir, dan supaya aku tidak meninggalkan dua rakaat solat Dhuha kerana ia adalah sunat awwabin, dan berpuasa tiga hari daripada tiap-tiap bulan”

(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)


Dalam riwayat yang lain Rasullullah SAW pernah bersabda yang maksudnya :

“Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat solat Dhuha .”

(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)


Adapun kelebihan sembahyang Dhuha itu sepertimana di dalam kitab “An-Nurain” sabda Rasullullah SAW yang maksudnya : “Dua rakaat Dhuha menarik rezeki dan menolak kepapaan.”


Dalam satu riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa yang menjaga sembahyang Dhuhanya nescaya diampuni Allah baginya akan segala dosanya walaupun seperti buih dilautan.”

(Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)


Dan daripada Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata: “Barangsiapa yang mengerjakan sembahyang sunat Dhuha dua belas rakaat dibina akan Allah baginya sebuah mahligai daripada emas”

(Riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi)


Waktu sembahyang Dhuha ialah dari naik matahari sampai se-penggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir tetapi disunatkan dita’khirkan sehingga matahari naik tinggi dan panas terik.


Cara menunaikannya pula adalah sama seperti sembahyang-sembahyang sunat yang lain iaitu dua rakaat satu salam.
Boleh juga dikerjakan empat rakaat, enam rakaat dan lapan rakaat. Menurut sebahagian ulama jumlah rakaatnya tidak terbatas dan tidak ada dalil yang membatasi jumlah rakaat secara tertentu, sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah bermaksud :”Adalah Nabi SAW bersembahyang Dhuha empat rakaat dan menambahnya seberapa yang dikehedakinya.” (Hadis riwayat Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah)


Dalam sebuah hadis yang lain Nabi SAW bersabda bermaksud : ” Barangsiapa yang menunaikan sembahyang sunat Dhuha sebanyak dua rakaat tidak ditulis dia daripada orang-orang yang tidak lalai daripada mengingati Allah dan barangsiapa yang menunaikan nya sebanyak empat rakaat ditulis akan dia daripada orang-orang yang suka beribadat dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak enam rakaat dicukupkan baginya pada hari tersebut, barangsiapa menunaikanyan sebanyak lapan rakaat Allah menulis baginya daripada orang-orang yang selalu berbuat taat, barang siapa yang menunaikannya sebanyak dua belas rakaat Allah akan membina baginya mahligai didalam syurga dan tidak ada satu hari dan malam melainkan Allah mempunyai pemberian dan sedekah kepada hamba-hambaNya dan Allah tidak mengurniakan kepada seseorang daripada hamba-hambaNya yang lebih baik daripada petunjuk supaya sentiasa mengingatiNya,” (Riwayat At-Thabarani ).

Sempena Hari Pertama Lecture; Adab Berguru

Bersempena dengan bermulanya semester baru, ingin penulis memuhasabah diri dan mahasiswa/siswi sekalian akan kewajiban kita, beradab dalam berguru.

Untuk mendapat keberkatan ilmu, kita harus tahu adab-adab berilmu kerana disepakati para alim ulama bahawa mengetahui adab-adabnya berilmu lebih penting dari ilmu itu sendiri.

Adab-adab Berilmu / Berguru :

1. Menunjukkan tanda penghormatan pada guru dengan pertuturan , percakapan dan bahasa.

2. Bermuka manis dengan guru. Sabda Nabi Muhammad SAW : “Senyuman itu satu sedekah”

3. Berikan perhatian penuh pada guru dalam mempelajari ilmu yang diajarkan.

4. Datang awal, sambil menunggu guru.

5. Beri salam dan bersalaman (jika boleh).

6. Tanya guru dengan adab dan bukan niat menyindir.

7. Menjaga adab-adab dalam agama seperti ihtirom (hormat), khusyuk (konsentrasi), sabar dan lain-lain. Jika yang mengajar dan belajar berlawanan jenis, maka harus menjaga adab komunikasi dan sebagainya.

8. Ikhlas, iaitu seorang murid atau peserta harus mengikhlaskan niatnya dalam belajar hanya kerana Allah sahaja. Bukan untuk mencari populariti, dunia dan motivasi-motivasi yang lain yang cenderung kepada sikap ingin menunjuk-nunjuk dan sebagainya.

9. Sebarang kemusykilan atau inginkan sebarang pertolongan, tanyalah di kala dan waktu yang sepatutnya dan bukannya di waktu-waktu yang memungkinkan ketidaksesuaian masa kerana sebagai seorang guru akan tetap sedaya upaya ingin membantu , memberi dan mengajar tak kira masa. Maka haruslah lebih peka dan bertimbangrasa.

Begitulah seadanya dan mungkin saudara saudari di luar ada tambahannya. Pokok pangkal, patuhilah adab-adab dan tatacara berilmu dan hormatilah guru anda sebaiknya demi memperolehi keberkatan dariNya

Pesan ku untuk mu.

Imam Al-Banna berkata tentang tsabat:

“Hendaknya seorang akh. Menjadi orang yang aktif dan selalu berjuang di jalan menuju Nya; sekalipun masa yang ditempuh masih panjang hingga bertahun-tahun dan berabad-abad lamanya; sehingga dirinya berjumpa dengan Allah dalam kondisi demikian sedangkan ia mendapatkan keberuntungan pada salah satu dari dua kebaikan; mencapai tujuan yang diinginkan atau mendapat syahadah hingga akhir.

Allah berfirman: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)”. (Al-Ahzab:23)

Menurut kita, waktu ini akan sentiasa berjalan, walaupn jalan sangat panjang, kejayaan masih jauh dan banyak rintangan menghadang, namun intinya adalah bagaimana kita dapat menuju satu tujuan disertai dengan ganjaran yang besar dan pahala yang berlipat ganda dari ALLAH, maka tidak ada kata henti dari PERJUANGAN ayuh terus kita merobohkan benmteng kezaliman”.